Tamiang Layang, METROKALTENG.ID – Paket proyek rekonstruksi peningkatan jalan Patung-Hayaping, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bidang Bina Marga Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) tahun 2026.

Yang sedang dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp. 9.685.000.000, diharapkan pengerjaannya di spot-spot yang rusak dari Desa Patung sampai dengan Desa Hayaping Kabupaten Barito Timur.

Hal tersebut disampaikan warga Paku Beto, Badi. R. Udek ditempat kediamannya, pada Sabtu (10/10/26) pagi. Jangan sampai proyek tersebut dikerjakan dan di aspal di wilayah muara jalan lintas provinsi, yakni Desa Patung dan Desan Pangkan saja.

Menurutnya, alangkah baiknya masyarakat di jalan lintas provinsi, dari Desa Kalamus, Paku, Biwan dan Desa Hayaping ikut menikmati perbaikan jalan di spot-spot yang rusak, agar masyarakat dan pengguna jalan lainnya bisa beraktifitas dengan cukup lancar.

Badi memohon dan meminta kepada Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran dan Kepala Dinas PUPR Kalteng, agar jalan tersebut bisa lumayan bagus, walaupun pekerjaannya di spot-spot yang rusak diperbaiki.

“Permohonan saya, tolong kepada bapak Gubernur Kalteng bisa mengabulkan permintaan kami masyarakat desa lintas provinsi agar pengerjaannya dikerjakan dari Patung sampai dengan Hayaping, karena seingat saya, proyek Patung-Hayaping tahun sebelumnya sudah dikerjakan dan tahun ini dalam tahap pengerjaan di wilayah yang sama”, kata Badi.

Sebagaimana diketahui, paket proyek jalan lintas provinsi Patung-Hayaping dikerjakan oleh CV. Tribina Putra Riana, Nomor Kontrak :34/KTRK-BM/DPUPR/2026, Tanggal 8 Juli 2026.

Bersumber dari Pendapatan Asli Daerah
Dengan anggaran Rp. 9.685.000.000. Milyar, Konsultan : Betang Agung Perkasa Consultant. Dengan waktu seratus delapan puluh hari kalender, yang dilaksanakan dari tanggal 8 Juli 2026 sampai dengan 4 Desember 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalteng, Chandra Fuji Asmara menyampaikan,” Untuk ruas di Desa Hayaping, ini akan jadi perhatian kita. Untuk penanganan di tahun ini yang menjadi kerusakan agar bisa kita atasi semaksimal mungin, kata Chandra kepada Wartawan Metrokalteng.id via Whatsapp. Senin (12/10/26).

Untuk kemantapannya di tahun 2027 mudah-mudahan anggaran kita tidak bergeser insya allah tuntas. Terkait spot-spot yang rusak, lanjut Chandra, kami besok akan memutuskan bahwa penanganan spot akan kita laksanakan di tahun ini, nanti mobilisasinya dari mana materialnya itu, yang pasti spot itu akan kita tanggulangi tahun ini. (B)