BANGKOK, THAILAND — Valda Gusnadia Jannah, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Eka Tjipta Manuhing, Kalimantan Tengah, berpartisipasi dalam forum akademik internasional ASEAN Council of Physical Education and Sports (ACPES) 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 14–16 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Valda berperan sebagai presenter sekaligus partisipan pada topik Physical Education atau pendidikan jasmani.

Valda menyebutkan, keikutsertaan ini menjadi bagian dari perjalanan akademik sebagai pendidik yang terus mengembangkan kompetensi dan memperluas wawasan di bidang pendidikan jasmani. Selain menjalankan tugasnya sebagai guru PJOK, saat ini dirinya tengah menempuh pendidikan magister (S2) Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dalam konferensi tersebut, ia mempresentasikan penelitian berjudul “AI-TPACK-Based Instructional Design for Physical Education Teachers in the Era of Hybrid Learning”. Penelitian ini membahas desain pembelajaran berbasis AI-TPACK bagi guru pendidikan jasmani di era pembelajaran hibrida.

Menurut Valda, topik tersebut relevan dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), dalam proses pembelajaran. Integrasi teknologi dengan pengetahuan pedagogis dan penguasaan materi menjadi salah satu aspek yang terus dikaji untuk mendukung pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan.

Melalui penelitian tersebut, dirinya mengangkat isu pengembangan desain pembelajaran pendidikan jasmani yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai kesiapan guru PJOK dalam menghadapi tantangan pembelajaran hibrida di tengah perkembangan teknologi.

ACPES 2026 menghadirkan beragam topik yang berkaitan dengan pendidikan jasmani, ilmu olahraga, dan bidang terkait lainnya. Valda mengikuti konferensi melalui topik Physical Education, yang menjadi ruang untuk membagikan hasil penelitian sekaligus memperluas perspektif mengenai perkembangan pendidikan jasmani bersama komunitas akademik internasional.

Selain mempresentasikan hasil penelitian, Valda juga berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan konferensi. Melalui diskusi dan pertukaran gagasan dengan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara, ia memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengenal perkembangan kajian pendidikan jasmani dari perspektif yang lebih luas.

Bagi Valda, keterlibatan dalam forum akademik internasional ini merupakan pengalaman penting, baik dalam perjalanan profesional sebagai guru maupun dalam proses menempuh pendidikan magister. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk terlibat dalam ACPES 2026, tidak hanya sebagai presenter yang memaparkan hasil penelitian, tetapi juga sebagai partisipan yang belajar melalui interaksi akademik lintas negara.

“Sebuah kehormatan besar dapat berpartisipasi dalam ACPES 2026 di Bangkok, Thailand. Menjadi bagian dari forum internasional ini tidak hanya memberikan saya kesempatan untuk membagikan hasil riset sebagai presenter, tetapi juga memperluas cakrawala saya sebagai partisipan melalui diskusi mendalam bersama para ahli di bidang pendidikan jasmani dan ilmu olahraga dari seluruh ASEAN. Siap membawa pulang wawasan baru ini untuk kontribusi yang lebih berdampak!,” kata Valda dalam rilise yang diterima MetroKalteng.id.

Lebih lanjut Valda mengataksn, kesempatan mengikuti forum internasional memberikan pengalaman berharga untuk mengembangkan pemahaman akademik sekaligus memperluas jejaring profesional. Pengetahuan dan perspektif baru yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah.

“Partisipasi ini juga mencerminkan bahwa guru sekolah dasar memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan forum akademik. Peran guru tidak hanya terbatas pada pelaksanaan pembelajaran di kelas, tetapi juga mencakup upaya untuk terus belajar, meneliti, dan mengikuti perkembangan ilmu sesuai bidang keahliannya,” Ungkap Valda.

Melalui pengalaman di ACPES 2026, Valda diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, sekaligus membawa wawasan baru bagi pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.(Eds)