PUPR Kalteng Klarifikasi Soal Drainase Jalan Bentot Hayaping
Tamiang Layang, METROKALTENG.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah memberikan klarifikasi terkait pekerjaan drainase pada ruas jalan provinsi di Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul adanya surat terbuka yang diterbitkan salah satu media online pada 30 September 2026 mengenai pelaksanaan pemeliharaan jalan di wilayah tersebut.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Operasional Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, Alexandra. S menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan di Desa Bentot bukan merupakan pembangunan drainase yang berdiri sendiri.
Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan swakelola pemeliharaan rutin jalan, yang bertujuan mempertahankan fungsi jalan, menjaga kondisi konstruksi tetap mantap, mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih berat, sekaligus memperpanjang umur pelayanan jalan.
“Drainase dan badan jalan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam upaya mempertahankan kemantapan jalan,” jelas Alex.
Alex menjelaskan, pembangunan atau penanganan drainase menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan jalan, terutama pada ruas jalan yang masih berupa tanah maupun sirtu.
Menurutnya, genangan air pada musim hujan dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi lunak dan licin, menurunkan daya dukung tanah, hingga mempercepat munculnya lubang dan kerusakan.
Karena itu, pengendalian air melalui drainase menjadi salah satu langkah yang dilakukan sebelum penanganan terhadap badan jalan.
“Setelah pengendalian air melalui drainase, pada permukaan jalan tanah tersebut direncanakan dilakukan penanganan dengan penambahan lapis fondasi agregat Kelas A sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan,” ujarnya.
Penanganan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta daya dukung permukaan jalan dan mengurangi persoalan jalan licin, khususnya ketika musim hujan.
Dengan demikian, lanjut Alex, kegiatan di Desa Bentot tidak hanya berorientasi pada pembuatan saluran, melainkan merupakan rangkaian pemeliharaan jalan yang mencakup pengendalian air dan peningkatan kondisi badan jalan.
Terkait anggapan pekerjaan dilakukan untuk mengejar penyerapan anggaran, Alex menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan bukan semata-mata berorientasi pada penyerapan anggaran.
Menurutnya, pekerjaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
“Ukuran keberhasilan pemeliharaan bukan hanya dari sisi penyerapan anggaran, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kegiatan tersebut dapat mempertahankan fungsi, kemantapan dan umur pelayanan jalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, panjang penanganan drainase juga ditentukan berdasarkan kebutuhan teknis dan skala prioritas dalam kegiatan pemeliharaan rutin.
PUPR Kalteng, lanjut Alex, juga memperhatikan aspek keselamatan dalam penempatan saluran terhadap badan jalan, termasuk pengamanan pada lokasi yang terdapat galian terbuka.
Alex menjelaskan, pemeliharaan jalan merupakan kegiatan berkelanjutan. Jalan yang telah ada harus terus dipelihara agar tidak mengalami penurunan kondisi secara cepat.
Salah satu faktor utama yang perlu dikendalikan adalah air.
“Menjaga agar air tidak menggenangi badan jalan merupakan bagian penting dalam mempertahankan kondisi konstruksi jalan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa skala prioritas kegiatan harus dilihat sesuai ruang lingkup pemeliharaan rutin jalan, bukan dibandingkan dengan kegiatan peningkatan, rekonstruksi maupun pengaspalan.
Untuk peningkatan, rekonstruksi dan pengaspalan, menurutnya, terdapat paket atau kegiatan tersendiri dengan perencanaan dan anggaran masing-masing, termasuk pekerjaan di ruas Jalan Patung Hayaping.
Sementara pemeliharaan rutin antara lain mencakup pembuatan drainase untuk pengendalian air hujan, normalisasi parit, penanganan lubang, leveling atau grading badan dan bahu jalan, serta pembersihan saluran dan bahu jalan.
Dengan keterbatasan anggaran, pemeliharaan rutin disebut menjadi salah satu bentuk optimalisasi dan efisiensi agar fungsi jalan tetap terjaga, kerusakan tidak semakin berat, serta umur pelayanan jalan dapat diperpanjang.
Dua Kepala Desa Tegaskan Dukungan
Dukungan terhadap kegiatan pemeliharaan jalan tersebut juga disampaikan pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Tangkan, Hepi Susani, mengatakan masyarakat Desa Tangkan pada prinsipnya mendukung kegiatan perbaikan jalan lintas provinsi yang menghubungkan Desa Bentot hingga arah Hayaping.
“Sejauh ini untuk warga Desa Tangkan semuanya mendukung untuk kegiatan proyek tersebut. Yang pasti untuk semua perbaikan kiri kanan jalan bahkan badan jalannya itu memang sangat diharapkan oleh warga Desa Tangkan,” terang Hepi, Sabtu (03/10/26).
Menurutnya, selama tiga tahun dirinya menjabat sebagai kepala desa, perbaikan jalan dari Bentot menuju Hayaping menjadi salah satu usulan utama masyarakat.
Terkait adanya keluhan warga, Hepi menyebut sejauh ini belum ada warga Desa Tangkan yang menyampaikan keberatan terhadap kegiatan tersebut.
“Jalan lintas itu yang menjadi harapan warga. Kami sangat berharap bukan hanya diperbaiki sementara, tetapi aspal semuanya, karena aspal yang ada memang sudah mulai rusak, apalagi yang belum diaspal,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan provinsi di wilayah Barito Timur, khususnya ruas yang menghubungkan Desa Bentot dengan Desa Hayaping.
“Kami sangat berharap Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar lebih memperhatikan kami yang di daerah Barito Timur, khususnya Desa Tangkan di jalan lintas provinsi Desa Bentot dengan Desa Hayaping yang dinanti-nantikan oleh warga kami,” ucap Hepi.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Bentot, Harapanta Tarigan.
Ia mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat sejak jauh hari telah mengharapkan adanya perbaikan terhadap jalan provinsi yang melintasi wilayah Desa Bentot.
“Kami selaku pemerintahan desa dan warga masyarakat Desa Bentot memang mengharapkan jalan ini secepatnya diperbaiki,” ujar Harapanta.
Menurutnya, dukungan terhadap perbaikan jalan tersebut bukan baru diberikan setelah pekerjaan dimulai. Pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan masyarakat sekitar telah lama berharap kondisi jalan dapat ditingkatkan.
“Harapan kami agar segera mungkin dilakukan pengerasan, pengaspalan bahkan sampai ada saluran air. Itu yang kami harapkan,” katanya.
Mengenai pekerjaan drainase yang telah dilaksanakan, Harapanta mengaku belum melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan. Namun, secara prinsip pihaknya mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau itu bermanfaat kepada masyarakat, kami selalu mendukung demi kepentingan warga masyarakat Kecamatan Patangkep Tutui, Desa Bentot, Kabupaten Barito Timur dan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
PUPR Kalteng menegaskan klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pemeliharaan jalan sekaligus menghargai fungsi kontrol sosial dari media maupun masyarakat.
Di sisi lain, dukungan pemerintah desa menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perbaikan ruas jalan tersebut memang menjadi perhatian masyarakat setempat, dengan harapan penanganan jalan dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga peningkatan kualitas jalan, termasuk pengaspalan pada bagian yang masih belum tertangani. (B)




Tinggalkan Balasan