Tamiang Layang, METROKALTENG.ID – Kepedulian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan oleh PT Astra Agro Lestari 1 (PT AAL1) dan PT Bhadra Cemerlang (PT BCL).

Kedua perusahaan tersebut turut membantu proses pemadaman Karhutla yang terjadi di Desa Kutam, Kecamatan Petangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, pada Jumat (28/0826).

Kebakaran yang terjadi pada Jumat malam tersebut sempat mengkhawatirkan karena kobaran api semakin membesar dan berpotensi merembet ke area ladang serta permukiman warga Desa Kutam.

Kondisi di lapangan juga semakin menantang karena proses pemadaman berlangsung pada malam hari.
Mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, berbagai unsur langsung bergerak melakukan penanganan.

Masyarakat setempat, personel Polsek Petangkep Tutui, Koramil Petangkep Tutui, serta Tim Kesatuan Tanggap Darurat (TKTD) PT AAL1 dan PT BCL bersama-sama berjibaku memadamkan kobaran api.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemadaman, manajemen PT AAL1-BCL menurunkan dua unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan satu unit tangki air untuk membantu proses penanganan di lokasi.

Bersama-sama Cegah Api Meluas,
proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyisir titik-titik api dan melakukan pembasahan pada area yang terbakar untuk mencegah munculnya kembali bara api.

Dalam kegiatan tersebut, Nurul Huda selaku Asisten CSR PT AAL1-BCL juga turun langsung ke lapangan bersama personel untuk melihat kondisi dan ikut dalam proses penanganan kebakaran.
Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari.

Manajemen PT AAL1 dan PT BCL menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dengan masyarakat dan aparat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Komitmen Dukung Penanganan Karhutla, Nurul Huda menegaskan bahwa PT AAL1 dan PT BCL akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla, khususnya di wilayah desa-desa yang berada di sekitar operasional perusahaan.

“Kami tetap berkomitmen untuk membantu dan memberikan support dalam penanganan Karhutla. Apalagi saat ini memasuki musim kemarau panjang, sehingga potensi munculnya api sangat mudah terjadi, baik di internal kebun maupun di wilayah desa sekitar atau ring 1 perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara perusahaan, masyarakat, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait agar setiap munculnya titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.

Sinergi untuk lindungi masyarakat dan lingkungan, penanganan karhutla di Desa Kutam Barito Timur menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau.

Kecepatan informasi, kesiapsiagaan personel, serta dukungan sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas dan mengancam lahan maupun permukiman warga.

PT AAL1 dan PT BCL berharap sinergi yang telah terjalin dengan masyarakat serta unsur TNI-Polri dapat terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan.

“Mari bersama-sama cegah Karhutla. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar, menjadi semangat bersama dalam menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah sekitar perusahaan. (B)