Pengurus DAD Kabupaten Bartim Dan Kecamatan Resmi Dikukuhkan Serta Dilantik
Tamiang Layang, METROKALTENG.ID – Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Timur dikukuhkan dan Pengurus DAD tingkat kecamatan se-Kabupaten Barito Timur dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Gedung Umum Mantawara Tamiang Layang, Senin (27/07/26).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Dayak di seluruh wilayah Kabupaten Barito Timur.
Acara dihadiri langsung Bupati Barito Timur M. Yamin didampingi Wakil Bupati Adi A. Garu Nakalelu, unsur Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Forkopimda, Ketua DPRD Barito Timur, perwakilan Pengurus DAD Provinsi Kalimantan Tengah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, perwakilan pimpinan perusahaan, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum prosesi pengukuhan dan pelantikan, kegiatan diawali dengan penampilan tarian adat. Prosesi kemudian dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi Dewan Adat Dayak, ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta penyerahan bendera pataka kepada para pengurus yang baru dikukuhkan dan dilantik.
Dalam sambutannya, Bupati Barito Timur M. Yamin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan Dewan Adat Dayak di seluruh kecamatan. Ia berharap kepengurusan baru mampu mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta semangat Huma Betang.
“Selamat dan sukses atas terbentuknya kepengurusan Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Timur yang baru serta pelantikan Dewan Adat Dayak Kecamatan se-Kabupaten Barito Timur. Pemerintah Kabupaten Barito Timur memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya proses pengukuhan dan pelantikan ini,” ujar Yamin.
Orang nomor satu di Bumi Gumi Jari Janang Kalalawah itu menegaskan, momentum tersebut bukan sekadar pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi merupakan bagian penting dalam memperkuat keberadaan, peran, dan fungsi Dewan Adat Dayak sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membawa semangat baru, energi baru, dan komitmen baru untuk terus menjaga, melestarikan, serta mengembangkan adat, budaya, nilai-nilai luhur, dan kearifan lokal masyarakat Dayak di Kabupaten Barito Timur,” pintanya.
Menurut Yamin, keberadaan Dewan Adat Dayak memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya agar tetap hidup, berkembang, serta menjadi bagian dari karakter masyarakat Barito Timur.
“Saya berharap Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Timur dan Dewan Adat Dayak Kecamatan dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga ketenteraman, memperkuat persatuan, menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, serta mendukung pelaksanaan pembangunan,” harapnya.
Yamin juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah. Dewan Adat Dayak berperan menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal. Tokoh agama berperan membangun moral dan spiritualitas masyarakat. Tokoh masyarakat menjadi teladan dan penggerak kehidupan sosial, sedangkan organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, insan pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif, membangun optimisme, serta memperkuat partisipasi publik.
“Apabila seluruh kekuatan ini dapat bergerak bersama, saling menghargai, dan saling melengkapi, saya yakin kita akan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Barito Timur, yakni SEGAH, untuk mewujudkan “Gumi Jari Janang Kalalawah” yang bermakna jaya selamanya.
Sementara itu, Ketua Umum DAD Kabupaten Barito Timur Hengky. A. Garu menyampaikan bahwa seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjaga persatuan masyarakat adat, serta menjadi garda terdepan dalam melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal di masing-masing kecamatan.
“Adat dan budaya bukan hanya warisan masa lalu. Adat adalah identitas dan jati diri kita. Karena itu, kita harus terus memperkenalkan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda agar mereka mengenal, memahami, mencintai, dan bangga terhadap budaya leluhurnya,” ucap Hengky.
Ia mengingatkan agar adat dan budaya Dayak tidak hilang ditelan zaman. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama melestarikan adat, budaya, bahasa, seni, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup dan tidak punah.
“Dewan Adat Dayak Kabupaten dan Kecamatan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya tersebut. Namun, tugas ini bukan hanya tugas pengurus adat. Ini adalah tugas kita semua. Kalau bukan kita yang menjaga adat dan budaya kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kita melestarikannya, kapan lagi?” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memelihara tanah yang dimiliki, baik tanah pribadi maupun tanah ulayat.
Menurutnya, tanah bukan hanya soal kepemilikan hari ini, tetapi merupakan warisan dan masa depan anak cucu. Karena itu, tanah harus dijaga, dirawat, didokumentasikan, dan dikelola dengan baik guna menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan sengketa.
Apabila terjadi persoalan, ia mengimbau agar penyelesaiannya mengedepankan musyawarah, kekeluargaan, hukum adat, dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan justru menjadi sumber perpecahan. Tanah dijaga, adat dihormati, budaya dilestarikan, dan persatuan dipelihara,” pesannya.
Kepada seluruh pengurus DAD Kabupaten dan Kecamatan yang baru dikukuhkan dan dilantik, Hengky mengucapkan selamat menjalankan tugas dan mengajak seluruh pengurus menjadikan amanah tersebut sebagai panggilan pengabdian.
“Bekerjalah dengan tulus, penuh tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Mari kita bergandengan tangan dengan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, seluruh unsur masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, generasi muda, dan seluruh elemen pembangunan,” pungkasnya. (B)




Tinggalkan Balasan