Gunung Mas, METRO KALTENG. ID – Dalam rangka mendukung program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam
(PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai upaya strategis dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan nasional. Direktorat Sekolah Menengah Atas menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial.

Kegiatan bertempat di Atria Hotel,
Kabupaten Tangerang, Banten berlangsung dari hari Kamis s.d. Minggu, 5—8 Maret 2026. Dari Provinsi Kalimantan Tengah terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut, Kepala SMAN-1 Sepang, Suyono, S. P. d.,M.Pd dan Kepala SMAN-1 Muara Teweh, Mawardi, S. Pd.,M.Pd.

Rapat Koordinasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas di ikuti sebanyak 140 Kepala Sekolah Menengah Atas dari 38 Provinsi dari seluruh wilayah Indonesia.

Kepala SMAN-1 Sepang, Suyono, S. P. d.,M.Pd mengatakan, kegiatan Rapat Koordinasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran
Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial adalah forum koordinasi bagi sekolah model
untuk memastikan komitmen, menyamakan persepsi, memperdalam pemahaman kebijakan,
serta menyusun langkah implementasi PM dan KKA secara terarah, konsisten, dan
berkelanjutan di tingkat satuan Pendidikan.

“Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) adalah untuk mentransformasi pendidikan melalui pendekatan berpusat pada siswa (PM) dan literasi teknologi digital (KKA). Program ini akan menargetkan 1.000 sekolah percontohan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif siswa, ” Ucapnya saat dihubungi media ini, Minggu (08/03/2026).

Dikatakan Suyono, Pembelajaran Mendalam (PM) Pendekatan yang berfokus pada pemahaman bermakna dan berkesadaran, bukan sekadar hafalan, untuk membangun 8 dimensi profil lulusan. Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) Pengenalan dasar pemrograman dan AI secara bertahap, adaptif, dan kontekstual di tingkat pendidikan dasar dan menengah.

“Sekolah Model Sekolah yang dipilih akan menjadi pusat inovasi dan percontohan dalam implementasi kurikulum, pengajaran, serta penguatan jejaring,” tutupnya. (Red)