Kabut Asap Kian Parah, Disdikpora Kabupaten Gunung Mas Keluarkan Surat Pemberlakuan Pembelajaran Secara Daring
Gunung Mas, METRO KALTENG. ID – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah memberlakukan pembelajaran daring bagi peserta didik tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP menyusul menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran lahan, Jum’at (28/8/2026).
Kepala Dinas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, S.T., M. Si melalui surat Nomor 400.3.5/74/Disdikpora.3 yang ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Jenjang PAUD/TK, SD dan SMP menyampaikan perihal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Kabut Asap dan Kualitas Udara Buruk/Berbahaya.
Aprianto mengatakan, hal ini sebagai mana Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan, dan Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Nomor: 400.3.5/72/Disdikpora.3 tanggal 27 Agustus 2026 Perihal Pengurangan Jam Pembelajaran Akibat Kabut Asap di Kabupaten Gunung Mas pada Satuan Pendidikan Jenjang PAUD. SD dan SMP.
Berdasarkan hasil pemantauan data indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sangat tidak sehat dan berbahaya oleh Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gunung Mas dijelaskan sebagai berikut:
1. Satuan Pendidikan Jenjang TK/PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Gunung Mas melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring/online mulai tanggal 31 Agustus 2 September 2026 dan jika kondisi kualitas udara masih tidak aman (Level sangat tidak sehat dan berbahaya) akan dilakukan perpanjangan kembali untuk pembelajaran jarak jauh.
2. Satuan Pendidikan Jenjang TK/PAUD, SD dan SMP memanfaatkan WhatsApp Group, Google Classroom, Zoom/Google Meet atau Ruang Murid (Layanan Rumah Pendidikan) atau metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kesiapan sekolah bagi sekolah yang memiliki jaringan Internet yang baik, dan bagi sekolah yang tidak mendapatkan jaringan Internet Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diatur oleh Kepala Sekolah menyesuaikan keadaan/kondisi wilayah sekolah masing-masing.
3. Kepala Satuan Pendidikan dan Guru tetap melaksanakan tugas dari sekolah serta mamastikan proses pembelajaran berjalan lancar efektif dengan memberikan materi pembelajaran secara daring (online) atau metode PJJ lain yang sesuai dengan kondisi/wilayah sekolah.
4. Orang tua/wali peserta didik diminta melakukan pengawasan dan pendampingan selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta memastikan anak mengikuti pembelajaran dengan baik dari rumah.
5. Selama kondisi pencemaran udara belum membaik, peserta didik tidak melakukan aktivitas di ruang terbuka, terutama pada saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau berbahaya.
6. Kepala satuan pendidikan agar terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik, serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas melalui Bidang Pembinaan SD dan SMP dan Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas.
Sementara Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sepang, Surya, S. Pd., M. M mengatakan, kabut asap mulai dirasakan warga, terutama pada malam hingga pagi hari kualitas udara di Kecamatan Sepang saat berada pada kategori kurang sehat. kualitas udara di Kecamatan Sepang saat berada pada kategori kurang sehat.
“Kita sudah mulai merasakan, terutama pada malam dan pagi hari, kabut asap sudah menyelimuti wilayah kita ini,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga mengeluarkan edaran agar kegiatan belajar tatap muka sementara dialihkan menjadi pembelajaran daring. Kebijakan ini berlaku bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP di bawah kewenangan Pemkab Gunung Mas.
Surya juga mengimbau anak-anak dan kelompok rentan untuk tetap menggunakan masker apabila harus keluar rumah. Aktivitas luar ruangan juga diminta dikurangi, terutama pada malam dan pagi hari ketika paparan asap cenderung lebih terasa. (Eds)




Tinggalkan Balasan