Palangka Raya, (METROKALTENG.ID) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rilis penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang penyampaian kinerja sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik atas jalannya pemerintahan sepanjang tahun.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, serta jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam paparannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa hampir satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, terhitung sejak 20 Februari hingga 31 Desember 2025, telah dilalui dengan berbagai dinamika. Salah satu tantangan utama adalah efisiensi anggaran, di mana APBD mengalami penurunan dari Rp10,5 triliun menjadi Rp8,35 triliun.

“Meski Tahun 2025 penuh dinamika, berbagai capaian kinerja positif tetap berhasil diraih. Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Gubernur.

Ia menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, akademisi, perbankan, dunia usaha, serta masyarakat Kalimantan Tengah atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, capaian yang diraih sepanjang 2025 merupakan fondasi awal pembangunan, bukan tujuan akhir. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan komunikasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendorong pembangunan yang lebih optimal, merata, dan berkeadilan, agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah pedalaman maupun perkotaan.

Gubernur juga menegaskan arah pembangunan Kalimantan Tengah akan terus berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal sebagai kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, sekaligus sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Berlandaskan filosofi Manggatang Utus, kami bertekad mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak serta seluruh masyarakat Kalimantan Tengah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Dari APBD Tahun 2026 sebesar Rp5,3 triliun, belanja operasional hanya mencapai Rp1,6 triliun, lebih rendah dibandingkan belanja operasional Tahun 2015 yang sebesar Rp1,9 triliun. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Plt. Sekda Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa forum rilis akhir tahun ini dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi kinerja pemerintahan daerah sepanjang 2025, mencakup sektor pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, termasuk aspek perlindungan, keamanan, stabilitas ekonomi, serta kondisi makro daerah.

“Forum ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, sekaligus memperkuat komunikasi strategis antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujar Leonard.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk terus bergotong royong membangun Bumi Tambun Bungai menuju Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan bermartabat. (M.leka)