Muara Teweh, METRO KALTENG. ID – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kapasitas, integritas, dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN). Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Selasa (13/1/2026).

Apel pagi tersebut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, staf ahli bupati, para asisten, kepala bagian, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Dalam arahannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa kedisiplinan adalah pintu awal sebelum berbicara lebih jauh mengenai kinerja dan profesionalisme ASN. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja secara berjenjang, mulai dari kepala dinas hingga jajaran di bawahnya.

“Kedisiplinan adalah pintu awal. Tanpa itu, kita tidak bisa berbicara tentang kapasitas, integritas, dan loyalitas. Evaluasi kinerja akan terus kami lakukan agar seluruh perangkat daerah berjalan seirama dengan visi pembangunan daerah,” tegasnya.

Menurut Bupati, ketegasan dalam menegakkan aturan bukan dimaksudkan untuk bersikap keras, melainkan sebagai dorongan agar seluruh ASN dapat bergerak maju bersama dan menghasilkan kinerja nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat Barito Utara menunggu hasil kerja kita. Visi, misi, dan 12 program unggulan yang telah kami sampaikan akan kami wujudkan selama lima tahun ke depan. Itu hanya bisa tercapai dengan disiplin dan kerja keras,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan capaian peningkatan kapasitas anggaran daerah. APBD Barito Utara saat ini berada di kisaran Rp3,4 triliun dengan belanja daerah sekitar Rp1,1 triliun. Ia menargetkan penyerapan anggaran pada Februari hingga Maret dapat mencapai 25–30 persen guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan tiga permasalahan krusial yang harus segera dibenahi, dengan target perubahan mulai terlihat dalam tiga bulan dan hasil nyata dalam enam bulan ke depan. Permasalahan tersebut meliputi rendahnya penyerapan anggaran yang masih berada di kisaran 71 persen, opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP), serta rendahnya Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD/MCP KPK) yang termasuk terendah di Kalimantan Tengah.

“Saya minta seluruh ASN, khususnya yang menangani kegiatan fisik dan keuangan, bekerja sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk saling menghargai, menjaga kebersamaan, serta memperkuat kerja sama demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kendaraan dinas kepada sejumlah instansi vertikal, yakni Dandim 1013 Muara Teweh, Polres Barito Utara, Kejaksaan Negeri Barito Utara, dan Kantor Kementerian Agama Muara Teweh. (Uzi)