Kasus Anak Disabilitas di Barito Utara Disorot, DPRD Desak Perbaikan Data Bansos
Muara Teweh, (METROKALTENG.ID) – Kasus seorang anak yatim piatu penyandang disabilitas di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan publik dan memicu desakan perbaikan sistem pendataan bantuan sosial (bansos).
Anggota DPRD Barito Utara, H. Tajeri, menilai kasus yang dialami Rena—yang belum menerima bantuan sosial—mengindikasikan adanya persoalan serius dalam akurasi data serta koordinasi antarinstansi pemerintah.
Menurutnya, kemungkinan besar Rena belum terdaftar sebagai penerima bantuan akibat tertinggal dalam proses pendataan oleh dinas terkait.
Ia menekankan pentingnya peran aktif aparat di tingkat bawah dalam memastikan warga rentan tidak terlewat dari sistem.
“Seharusnya aparat di tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan proaktif melaporkan warga yang membutuhkan perhatian khusus agar segera ditindaklanjuti,” ujar Tajeri, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah pada dasarnya memiliki anggaran untuk menangani persoalan sosial. Namun, lemahnya koordinasi dan miskomunikasi dinilai menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Tajeri mendorong penguatan sinergi antarperangkat pemerintah, mulai dari desa hingga dinas terkait, guna mempercepat dan mengefektifkan penanganan masyarakat rentan.
“Dengan koordinasi yang baik, kasus seperti ini seharusnya tidak terjadi. Ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan lebih baik,” katanya.
Kasus ini menjadi perhatian setelah diketahui Rena hidup dalam keterbatasan bersama kakaknya yang bekerja sebagai penyadap karet dengan penghasilan tidak menentu. Hingga kini, ia belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi acuan utama penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Pengamat menilai, peristiwa ini mencerminkan masih adanya celah dalam sistem pendataan dan distribusi bansos, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan anak yatim piatu.
Kasus Rena diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola data sosial secara menyeluruh, baik di tingkat daerah maupun nasional, agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. (Uzi)



Tinggalkan Balasan