Muara Teweh, METROKALTENG.ID – Pelayanan program HIV-IMS (Infeksi Menular Seksual) di Kabupaten Barito Utara dipastikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Hal ini mendapat apresiasi dari kalangan legislatif setempat.

Anggota DPRD Barito Utara, Edi Pran Aji, menyampaikan dukungan terhadap langkah Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara menyeluruh di puskesmas dan rumah sakit daerah.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan serta menjaga kualitas hidup pasien.

“Kami mengapresiasi komitmen Dinas Kesehatan yang konsisten menjalankan program sesuai standar nasional. Skrining menyeluruh ini penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujarnya di Muara Teweh, Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan, DPRD juga mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat agar tidak muncul stigma terhadap penderita HIV-IMS. Sosialisasi dinilai perlu digencarkan, khususnya kepada generasi muda dan kelompok berisiko.

“Dengan edukasi yang tepat, masyarakat tidak lagi takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan pengobatan yang teratur akan membantu menekan angka kesakitan maupun kematian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR, menjelaskan seluruh puskesmas bersama RSUD Muara Teweh telah melaksanakan skrining HIV dan sifilis secara komprehensif, baik melalui pemeriksaan pasif maupun aktif.

Pemeriksaan pasif dilakukan atas inisiatif masyarakat yang datang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sedangkan pemeriksaan aktif dilakukan petugas dengan menjangkau kelompok berisiko untuk dilakukan tes secara dini.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan HIV dan sifilis tidak dapat dipisahkan karena memiliki jalur penularan yang serupa, seperti hubungan seksual berisiko, penularan ibu ke anak, serta melalui darah.

“Jika ditemukan kasus positif, segera dilakukan tindak lanjut berupa pengobatan sesuai standar, observasi terapi, serta edukasi berkelanjutan. Kepatuhan pasien dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi,” jelasnya.

Dinas Kesehatan berharap melalui penguatan skrining, edukasi, serta dukungan lintas sektor, angka penularan HIV-IMS di Barito Utara dapat terus ditekan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga. (Uzi)